Pentingnya Seorang Anak Menghafal QS. Al Fatihah Dengan Bimbingan Orang Tua

SURAT AL FATIHAH – Di zaman sekarang, banyak sekali anak-anak yang sudah hafal surat-surat pendek yang terdapat pada Al Qur’an, terutama  surat al fatihah. Berbagai macam sebab yang menyebabkan mereka bisa menghafalkannya, entah dari media, video, youtube, TPA, mendengar imam membaca ketika sholat, maupun dari bimbingan guru tahfidz.

http://www.arrahman.id

Tapi, tidak banyak seorang anak yang hafal  ayat-ayat Al Qur’an terutama surat Al Fatihah dengan bimbingan orang tua.

Hal yang seperti itu akan merugikan orang tua, Mengapa bisa begitu ?

Yah, kenapa bisa dikatakan begitu ? Mendengar hal yang seperti itu akan mengejutkan bagi orang tua, karena hal yang seperti ini sama saja meninggalkan kesempatan emas bagi orang tua untuk mendapatkan pahala yang mengalir untuknya, jika seorang anak hafal surat Al Fatihah dengan bimbingan orang lain,  pahalanya pun akan mengalir kepada pembimbingnya.

Ada sebuah hadits Nabi (saw) yang berbunyi :

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja.

Begitulah, jika seorang anak  mampu menghafal surat al fatihah dengan bimbingan orang tua, maka setiap kali anak tersebut membacanya, pahala akan terus mengalir untuk orang tuanya walaupun orang tua sudah meninggal, coba, sekarang kita hitung  berapa kali seorang hamba membaca surat al fatihah ? Di waktu ia sholat rowatib ataupun sholat tahajjud, dan itupun masih dikalikan berapa tahun ia memebacanya ketika  sholat.

Subhanallah, itulah kemuliaan yang Allah berikan kepada siapapun yang mengajak kepada kebaikan.

Hal-Hal yang  Harus Dilakukan Orang tua untuk Membantu Anaknya

www.ummi-online.com

Berbicara tentang apa yang harus dilakukan orang tua untuk membantu anak menghafal Al Qur’an, yang salah satunya menghafal surat Al fatihah. Sebelumnya orang tua harus menyadari bahwa menghafal Al Qur”an itu bukan tugas yang kecil, orang tua harus menanamkan di hati anaknya supaya cinta terhadap Al Qur’an.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan orang tua ;

 Ketulusan. Seorang anak yang menghafal Al Qur’an harus menyadari tujuannya, yaitu semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah (swt). Karena itulah tujuan orang mukmin hidup di dunia ini.

 Membantu dan menyemangati anak Anda untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Cahaya dan kegelapan tidak akan bisa bersatu di tempat yang sama. Demikian pula, cahaya dari Al-Qur’an dan kegelapan dosa tidak akan bisa bersatu di satu hati. Banyak menonton film yang kurang baik, melalaikan shalat, banyak mendengarkan musik yang melenakan, dan terlibat dalam dosa-dosa lain merupak perbuatan yang tidak disukai Allah (swt).

Maka dari itu, bantulah sang buah hati untuk menjaga dirinya dari perbuatan yang akan mengganggu kelancaran hafalan sang buah hati.

 Berdoa untuk anak. Do’a orang tua untuk anaknya adalah perkara yang sangat besar, dan sangat berharga. Do’akan untuk mereka supaya Allah memudahkan untuk anak-anak Anda. Hanya Allah lah yang dapat merubah segala sesuatu, maupun dalam memudahkan anak dalam menghafalkan Al Qur’an.

Waktu yang Tepat untuk Membimbing

www.salaty.me

Setidaknya orang tua meluangkan waktunya untuk membimbing anaknya menghafal Al Qur’an. Untuk waktu yang tepat membimbing hafalan anak adalah di waktu awal pagi dan waktu malam. Seperti apa yang dikatakan Imam Ibnu Jauzi ; ” Ketika kekuatan semakin melamah, maka dibutuhkan refresing, dan hal menulis, membaca, mengarang, tetap dibutuhkan dan lebih penting lagi menghafal, maka waktunya harus dibagi dua yaitu menghafal di waktu  pagi dan petang “.

Waktu pagi, setelah shubuh. Waktu ini sangat baik untuk menghafal dimana keadan otak sangat netral dan dimana perasaan serta sel-sel otak pun tumbuh dengan baik.

Waktu malam, setelah maghrib. Memang kebaanyakan dari kita menggunakan waktu ini untuk belajar, apalagi waktu diantara adzan maghrib dan isya’ menurut para ulama’ adalah waktu utama untuk beribadah.

Sedang Habib Abdullah Al-Haddad dalam kitabnya An-Nashaihud Diniyah mengatakan, “Di antara amal-amal yang sangat disunnahkan ialah menghidup-hidupkan waktu antara salat maghrib dan isya’ dengan salat — dan ini yang paling utama –, dengan membaca Quran dan zikir pada Allah – entah itu tasbih, tahlil dan semacamnya.” 
Al Fatihah
i2.wp.com
Dan juga sebaiknya, untuk para bapak dan ibu selagi mempunyai waktu untuk membacakan ayat Al Qur’an kepada sang buah hati, maka bacakanlah untuk mereka, supaya mereka terbiasa mendengar bacaan Al Qur’an sehingga mereka mudah menghafalnya. Misalnya di saat menyetir mobil, di saat bermain dengannya dan di tempat manapun yang kira-kira pas untuk membacakan untuknya.

Adakah Batasannya ?

www.seputarforex.com

Untuk mendapatkan amal jariyah itu bukan suatu hal yang mudah, bagi orang tua yang ingin mendapatkan amal jariyah yang akan mengalirkan pahala untuknya tanpa mengurangi sedikitpun pahala sang buah hati, maka bimbinglah sang buah hati (anak) untuk menghafal Al Qur’an.

Niscaya, ketika sang buah hati (anak) ketika membaca ayat Al Qur’an dari hasil bimbingannya akan mengirimkan pahala untuk orang tuanya tercinta.

Dan sebaiknya orang tua membimbing hafalan sang buah hati sesering mungkin, agar hafalan sang buah hati bisa optimal dan banyak. Berapa banyak hafalan sang buah, semakin banyak pahala yang akan mengalir untuk orang tua tecinta.

Semoga dengan penjelasan mengenai Al Fatihah ini bisa mengingatkan para orang tua dan para calon orang tua, supaya bisa memanfaatkan peluang emasnya untuk mendapat amal jariyah dari sang buah hatinya.

Tinggalkan komentar