Kitab Pararaton yang Mengisahkan Perjalanan Ken Arok dan Ken Dedes dan Kerajaan-Kerajaan yang Lain

Kitab Pararaton– Kitab pararaton merupakan kitab yang sudah kuno, yang isinya tidak hanya kisah yang sangat intirik. Kitab ini dinamakan kitab pararaton karena dalam bahasa Kawi, bermakna Kitab Para  Melainkan memuat banyak gagasan seputar bagaimana kekuasaan direbut, yang kemudian dikelola dan dipertahankan serta menceritakan kerajaan-kerajaan dahulu, seperti kerajaan Majapahit maupun kerajaan Singasari.

Kitab Pararaton
indoartnow.com

Pada kitab ini diawali dengan suatu kisah tentang inkarnasi Ken Arok dalam mempersiapkan dirinya untuk menjadi sang raja. Ken Arok adalah pendiri kerajaan yang rela dijadikan kurban persembahan untuk dewa penjaga pintu neraka, untuk mendapatkan keselamatan atas kematian. Dan akhirnya benar, Ken Arok mendapat karunia yaitu dilahirkan kembali sebagai raja Singasari, dan setelah dia mati akan masuk ke dalam surga Wisnu.

Kitab Pararaton tentang Kerajaan Singasari

Kitab Pararaton Tentang Singasari
kompasiana.com

Ken Arok terlahirkan dari Brahama melalui seorang wanita yang bernama Ken Endok, dia tinggal di dusun Pangkur yang setelah menikah dengan Gajah Para. Tapi setelah itu, Gajah Para istri Ken Endok meninggal dunia. Ketika Ken Endok melahirkan Ken Arok, Ken Endok meletakkan Ken Arok di atas suatu kuburan. Tubuh Ken Arok tiba-tiba memancarkan sinar yang membuat orang takjub, saat itu seorang yang terkenal pencuri yang bernama Ki Lembong tidak sengaja melewati dan melihat Ken Arok di Atas kuburan.

Nah, Akhirnya Ki Lembong pun mengambilnya serta merawat Ken Arok hingga besar dan dewasa. Dalam proses membesarkan dan merawat Ken Arok, Ki Lembong mengajarkan semua ilmunya (keahliannya) kepada Ken Arok. Dari itu, Ken Arok terlibat dalam perjudian, perampokan, pemerkosaan dan semua kejahatan. Tapi pada naskah diterangkan bahwa Ken Arok sering dan berkali-kali diselamatkan dari kesulitan-kesulitan yang menimpanya oleh dewata.

Dan disebutkan pada suatu kejadian di suatu gunung, yaitu para dewa turun dan berkumpul, Batara guru pun menyatakan bahwa Ken Arok adalah putranya dan ditetapkan dia akan menguasai dan membawa kestabilan di kerajaan Jawa. Kemudian pada pendahuluan kitab pararaton dilanjutkan dengan kisah bertemunya Ken Arok dengan Lohgawe, dia adalah seorang Brahmana yang berasal dari India, dia datang bermaksud untuk memastikan supaya perintah Batara guru terlaksanakan.

Setelah itu Lohgawe menyarankan kepada Ken Arok supaya bertemu dengan Tunggul Ametung dia adalah seorang penguasa Tumapel. Setelah memenuhi saran Lohgawe dan mengabdi beberapa saat. Ken Arok mengabdi beberapa saat  di kerajaaan Singasari, Namun Ken Arok malah membunuh penguasa Tumapel atau Tunggul Ametung, yaitu dengan menggunakan keris yang dibuat oleh Mpuk Gendring. Dengan maksud untuk mendapatkan istri Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes, serta mengambil alih tahta kerajaan Singasari.

Pembunuhan Tunggul Ametung dilakukan setelah Ken Arok membunuh Mpu Gendring. Pembunuhan Tunggul Ametung mengatas namakan atau mengkambing hitamkan kebo ijo, Waktu itu, sebelum Tunggul Ametung terbunuh, Kebo ijo sering membawa keris itu di hadapan masyarakat. Dan sampai-sampai oran pada mengira bahwa keris itu milik Kebo ijo. Nah, dari itu Kebo ijo yang menjadi kambing hitamnya. Padahal pembunuh Tubnggul Ametung adalah Ken Arok, dia mencuri keris tersebut dari tangan Kebo ijo di malam hari.

Singkat cerita Ken Arok pun mampu meminang Ken Dedes yang terkenal perempuan tercantik yang ditakdirkan untuk melengserkan atau menurunkan raja-raja di tanah Jawa. Ken Arok berusaha mendapatkan Ken Dedes karena barang siapa yang mampu meminangnya, maka dia akan menguasai dan menduduki puncak dinasti atau kerajaan selama berabad-abad. Dan itupun sudah dilakukan dan mampu diselesaikan Ken Arok walaupun harus terkena kutukan Mpu Gendring.

Ken Arok bisa dikatakan menjadi pangkal keturunan raja-raja Majapahit. Dari sebab itu dalam kitab pararaton Contoh CV juga dikisahkan tentang kerajaan Majapahit, dari berdirinya kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya sampai keturunan-keturunannya.

Dan akhirnya, Ken Arok pun mati disebabkan oleh keris yang dipakainya untuk membunuh Tunggul Ametung. Sebagaimana raja-raja setelahnya, mereka mati juga karena keris yang dibuat oleh Mpu Gandring.

Kitab Pararaton Tentang Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit
berijos.blogspot.co.id

Sebelum Ken Arok terbunuh, Ken Arok meluaskan kekuasaannya yang akhirnya mampu menguasai bagian sebelah timur kawi. Terdengarlah hal ini ke telinga Kertajaya (Dandang Gendis), akhirnya terjadi peperangan di daerah Ganter. Saat terjadinya peperangan Dandang Gendis mengalami kekalahan yang mengharuskannya mundur dari pertempuran dan mengungsi ke alam dewa. Semua yang dimiliki Dandang Gendis, dari istana maupun ketiga istrinya dan anak-anaknya menghilang secara bersamaan. Tanah Jawa pun dikuasai oleh Ken Arok  yaitu pada tahun 1144 S. Contoh Daftar Riwayat Hidup

Setelah berjalannya waktu, Anuspati mendengar kabar  bahwa ayah kandung yang sebenarnya adalah Tunggul Ametung, yang dibunuh oleh Ken Arok. Dari situlah Anuspati menyuruh pengalasan dari batil untuk membunuh Ken Arok dengan menggunakan keris yang dipakai membunuh ayahnya. Akhirnya terbunuhlah Ken Arok. Tak lama kemudian, Anuspati membunuh sang pengalasan yang ia suruh tadi, sehingga Anuspati naik tahta. Dan Ken Arok pun dicandikan di Kagenengan.

Tak berselang waktu yang lama, peristiwa ini didengar dan diketahui oleh Tohjaya. Lalu Tohjaya pun membunuh Anuspati lewat sabung ayama, Tohjaya menikam Anuspati sewaktu Anuspati lengah. Tohjaya pun menerkam Anuspati juga menggunakan keris Mpu Gandring, Anuspati pun dicandikan di Kidal.

Kerajaan Dipegang Apanji Tohjaya

Kerajaan Apanji Tohjaya
triptrus.com

Setelah itu Tohjaya menduduki tahta kerajaan. Tohjaya pun mengagumi kehebatan dari 2 tokoh pangeran yaitu Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Tapi, pranaraja pun mengingkarinya dan menganggap bahwa kedua orang tersebut bagaikan bisul yang akan mengambil alih dan membunuh Tohjaya. Dari itu Tohjaya pun menyuruh Lembu Ampal untuk membunuh kedua pangeran tersebut. Kalaupun Ranggawuni dan Mahesa tidak bisa terbunuh, maka Lembu Amapal lah yang akan dibunuh.

Dengan suruhan dan keputusan sang Raja Tohjaya, Lembu Ampal pun, mencari kedua pangeran tersebut. Karena sang Brahmana mendengar bahwa kedua pangeran itu akan dibunuh oleh suruhan Tohjaya, Brahmana memberi tahukan kepada kedua pangeran tersebut, dan menyuruhnya untuk secepatnya pergi dan bersembunyi.

Lembu Ampal pun tak henti mencari kedua pangeran tersebut, dan tidak membuahkan hasil sama sekali. dari itu, Batara menyangka bahwa Lembu Ampel bersekutu dengan kedua pangeran. Dan alhasil Lembu Ampal lah yang akan dilenyapkan. Mendengar keputusan tersebut, Lempu Ampal pun lari dan bersembunyi di tempat Apanji Patipati. Kemudian Lembu Ampal pun mendengar bahwa kedua pangeran tersebut di Apanji Patipati.

Lembu Ampal pun menghadap kepada kedua pangeran tersebut dan minta perlindungan serta meminta maaf. Karena sebelumnya dia disuruh untuk membunuh kedua pangeran tersebut. Supaya lebih meyakinkan, Lembu Ampal pun meminta disumpah. Setelah menjelang 2 hari, Lembu Ampal pun mendatangi dan menyuruh kedua pangeran dengan ide yang ia punya agar tidak bersembunyi terus-menerus. Idenya adalah Lembu Ampal pergi dan menusuk salah seorang dari Rajasa yang pergi ke sungai di sore hari, dan kemudian lari ke pemukiman orang Sinelir.

Dengan ide yang sangat cerdas tersebut, kedua pangeran pun menyetujuinya. Berangkatlah Lembu Ampal dan melaksanakan tugas yang ia buat. Semua yang ia rencanakan berhasil dan sukses, sehingga 2 kelompok dari Rajasa dan Sinelir saling menyerang san saling bunuh-membunuh. Mendengar kabar tersebut, Apanji Tohjaya marah dan memutuskan untuk melenyapkan dari salah satu kedua kelompok tersebut.

Proses Terbunuhnya Apanji Tohjaya

Penyerangan Anpaji Tohjaya
wacana.co

Mendengar kabar tersebut, Lembu Ampal pun mendatangi masing-masing kedua kelompok tersebut. lembu Ampal mendatangi ketua dari Rajasa dan memberitahukan bahwa kedua pangeran yaitu Ranggawuni dan Mahesa Cempaka masih ada. Dari itu berlindunglah kalian kepada kedua pangeran tersebut. Lembu Ampal juga mendatangi ketua Sinelir dan memberitahukan kepadanya sebagaimana dia memberitahukan kepada Ketua Rajasa. Akhirnya kedua ketua dari masin-masing kelompok pun menyetujuinya dan meminta Lembu Ampal untuk membawanya kepada kedua pangeran tersebut.

Di bawalah ketua Rajasa dan ketua Sinelir menghadap kepada kedua pangeran. Kemudian mereka meminta perlindungan dan bersumpah untuk selalu menjaga dan taat kepada kedua pangeran. Maka didamaikanlah kedua kelompok tersebut. Kemudian kedua pangeran pun memerintah untuk mengepung dan menyerang kerajaan Apanji Tohjaya. Setelah itu diserang dan dikepunglah kerajaan Apanji Tohjaya, dan Apanji Tohjaya tewas terkena tombak. Kemudian Tohjaya dicandikan di Katanglumbang.

Orang yang menggantikan Tohjaya adalah orang yang membawa atau mengusung Tohjaya sewaktu pengepungan. Yang saat itu dia disuruh untuk membenarkan pakaiannya yang kelihatan pantatnya. Dan masih panjang lagi cerita dan kisah tentang kerajaan di masa itu yang terus bergantian.

Itulah penjelasan tentang kitab pararaton beserta kisah-kisah yang terjadi pada man dahulu. Yang menceritakan tentang kerajaan Singasari dan Majapahit dan sebagainya. Nah, kitab pararaton ini memang sangat seru dibaca kisah-kisahnya apalagi tentang perebutan kekuasaan dan kerajaan. Selamat mendalami dan mempelajari kitab pararaton.

Satu pemikiran pada “Kitab Pararaton yang Mengisahkan Perjalanan Ken Arok dan Ken Dedes dan Kerajaan-Kerajaan yang Lain

  1. Dulu belajar sejarah membosankan… sekarang kok baca tulisan diatas jadi asik dan pengen tshu sejarah itu bagaiamana kelanjutannya.. dan bakalan seru kalau ada versi visualnya

Tinggalkan komentar