Mengenal Kisah Sahabat Nabi Julaibib

i.ytimg.com

Kisah Julaibib- Sebagai seorang muslim penganut Nabi Muhammad shallallohu alaihi wa sallam, kita harus tahu dan memahami sejarah dan perjuangan sahabat-sahabat Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam dalam membela Al-Islam. Perjuangan yang sangat besar supaya tegaknya Al-Islam ini. Terlebih lagi keinginan mereka untuk bisa gugur mati syahid di medan pertempuran.

Para sahabat Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam sangat taat kepada beliau. Di saat beliau menyuruh untuk meninggalkan sesuatu hal mereka langsung meninggalkannya. Padahal hal tersebut sudah menjadi lumrah di kalangan mereka sewaktu jahiliah mereka, mereka tinggalkan demi ketaatannya kepada beliau.

Bahkan mereka rela mengorbankan harta dan jiwa mereka. Di waktu Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam menyuruh sahabat untuk bershodaqoh ataupun berinfaq  (membelanjakan harta di jalan Allah,) mereka langsung melaksanakan perintah belau selagi mereka mampu melaksanakannya. Tidak perlu berpikir dua kali dalam mengamalkannya.

Begitu pula dengan seruan jihad. Jika Allah dan Rosul-Nya menyeru para sahabat untuk berjihad, mereka langsung bergegas ke rumah dan mempersiapkan apa yang mereka perlukan untuk berjihad. Walaupun mereka harus meninggalkan sang istri, anak, dan harta benda mereka.

Dan tidak perlu jauh-jauh lagi, bahkan pada hal yang sepele mereka ikuti. sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al_Khudry, di suatu hari Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam berada bersama para sahabatnya. Lalu tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya dan diletakkan di sebelah kiri beliau.

Para sahabat pun melihat beliau melakukan seperti hal yang demikian, mereka langsung mengikuti apa yang dilakukannya. Setelah selesainya sholat, beliau melihat para sahabat tidak memakai sandal. Lalu beliau bersabda; “Apa yang membuat kalian melepaskan sandal-sandal kalian?”. Mereka pun menjawab; ” Kami melihat engkau melepaskan sandal, lantas kami pun mengikutinya.

Lalu bersabdalah Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam; “Sesungguhnya Malaikat Jibril datang kepadaku dan memberitahukan kepadaku bahwa sandal yang aku pakai ini terdapat kotoran”, maka dari itu beliau melepaskan sandalnya karena sandalnya dalam keadaan najis, terdapat kotoran.

Dan Rosululloh shallallohu alaihhi wa sallam sekalian menegaskan bahwa, jika kita ingin melaksanakan sholat, hendaknya kita memastikan seluruh anggota tubuh dan apa yang kita kenakan itu dalam keadaan suci.

Itulah bentuk-bentuk besarnya kecintaan dan ketaatan para sahabat kepada Alloh dan Rosul-Nya. Sampai hal yang tidak disuruh oleh beliau, mereka lakukan karena mereka melihat beliau melakukannya.

Karena taatnya dan hormatnya mereka, sampai-sampai  Rosululloh shallahu alaihi wa sallam bersabda;

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Betapa besarnya kedudukan para sahabat di mata Allah dan Rosul-Nya. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah Ta’ala yang dapat bertemu Nabi Muhammad shallallohu alaihhi wa sallam dan membela serta membantu beliau dalam menegakkan l-Islam ini. Pastinya mereka berkedudukan tinggi dari pada manusia-manusia yang lain, karena Allah tidak mungkin salah memilih orang untuk membela dan membantu beliau

Sebenarnya banyak sekali kalau kita pelajari dan memahami kisah keutamaan para sahabat nabi. Tapi, mari kita simak cerita sahabat beliau yang bernama Julaibib.

Tentang Julaibib

mahmudshah.files.wordpress.com

Julaibib adalah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallohu alaihi wa sallam dari kalangan Anshor. Dia adalah seorang yang bertubuh kerdil, dan juga bisa dikatakan sebagai orang yang miskin dan sejak lahir dia belum tahu siapa Ayah dan Ibunya. Dan orang-orang pun juga tidak mau tahu tentang nasab julaibib.

Hampir di kalangan Arab, orang yang tidak mempunyai nasab dan suku,  mereka dianggap orang yang tidak berkedudukan dan cacat sosial. Penampilan Julaibib di sepanjang harinya, membuat orang-orang itu enggan untuk mendekatinya. Dia adalah orang yang fakir miskin yang tidak punya rumah, dan tidur beralaskan pasir dan kerikil, serta berbantal dengan lengan tangan.

Sampai-sampai mereka menganggap Julaibib seperti tidak ada, dan mereka melarangnya untuk memasuki pada suatu kaum. Tetapi dengan hidayah Allah Ta’ala dia masuk Islam dan dia merupakan hamba Allah yang bertaqwa. Dia tinggal di halaman Masjid Nabawi bersama Ahlu Suhfah yang lainnya.

Walaupun orang-orang sekitar menjauhkan diri dan enggan untuk bersama Julaibib. Tapi, Rosululloh shallallohu alaihhi wa sallam sang pembelas kekasih bagi seluruh alam sangat mencintainya sebagaimana sahabat yang lain. Karena ketaqwaannya dan Julaibib selalu berada di barisan yang pertama dalam sholat maupun di medan perang.

Kisah Julaibib Mendapatkan Peminang Hati yang Sholehah

lh3.googleusercontent.com

Suatu ketika, Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam memanggil Julaibib yang sedang berada di suhfah Masjid Nabawi, dan beliau bersabda kepadanya; “Apakah kamu tidak ingn menikah wahai Julaibib?” Julaibib pun menjawab pertannyaan beliau; ” Mana ada seorang bapak yang mau menikahkanku dengan putrinya wahai Rosululloh?”

Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam masih mencari pasangan atau peminang hati Julaibib yang cocok dengan ketaqwaannya. Kemudian di suatu hari, beliau ingin menikahkan Julaibib dengan putri salah seorang sahabat dari kalangan Anshor. Dan beliau pun menemui seorang sahabat dari Anshor tersebut untuk menikahkkan anaknya dengan Julaibib.

Setelah beliau bertemu dengannya, beliau mengatakan; “Nikahkanlah putrimu denganku”, mendengar perkataan beliau sahabat tersebut langsung menjawab dengan perkataan pujian dan sanjungan;” Betapa beruntungnya dan bahagia yang tak ternilai mempunyai hubungan dengan Rosululloh shallallohu alaihhi wa sallam.

Beliau pun menjelaskan maksud beliau melamar putri sahabat tersebut, bahwa beliau melamarnya untuk orang ain bukan untuk beliau. Seorang sahabat itu tercengang dan penasaran untuk siapa anaknya akan dinikahkan. dan bertanyalah ia kepada beliau, “Kalau bukan untuk engkau, untuk siapa lamaran ini wahai Rosululloh? dengan penuh rasa penasaran”

Beliau pun menjawab bahwa lamaran tersebut diperuntukkan untuk Julaibib. Dengan penuh kebingungan sahabat tersebut menjawab, “Baiklah wahai Rosululloh, tapi aku harus musyawarahkan dahulu bersama istriku.” Maka kembalilah sahabat tersebut dan memberitahukan akan lamaran Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam tersebut.

Setelah bertatapan dengan istrinya, sahabat pun menjelaskan apa yang ia perbincangkan bersama beliau tadi. Ia mengatakan, “Wahai Istriku, Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam ingin menikahi putrimu.” mendengar hal tersebut sang ibu pun menyetujuinya serta menyanjung-nyanjung betapa senangnya putri seseorang dinikhi oleh Rosululloh shallallohu alaihi wa sallam.

Lalu sang suami pun melanjutkan perkataannya,” Tapi, lamaran tersebut bukan untuk Rosululloh”,  bertanya sang istri,” lantas untuk siapa lamaran tersebut?” sang suami pun menjawabnya,” Sesungguhnya lamaran tersebut untuk Julaibib.” Sang istri pun kaget dan

luqmanhamzah.files.wordpress.com

Satu pemikiran pada “Mengenal Kisah Sahabat Nabi Julaibib”

Tinggalkan komentar