Sejarah, Sifat-sifat, Keistimewaan dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

situssejarah.com

Keistimewaan Nabi Muhammad- Nabi terakhir yang diutus oleh Allah untuk umat terakhir ini adalah Nabi Muhammad Saw yang akan menunjukan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Beliau terlahir dari kalangan Quraisy, yang terlahir dalam keadaan yatim. Ayah beliau yang bernama Abdulloh bin Abdul Muthollib meninggal semasa beliau masih berumur 2 bulan yang berada di kandungan Ibunya Aminah binti Wahab.

Ayah beliau meningggal  berusia 25 tahun, dan meninggal di kota Yastrib di daerah perkampungan pamannya. Ketika berdagang ke Syam bersama rombongan pedagang Quraisy ayah beliau diserang dan terluka, yang mengharuskannya beristiraht di situ.

Adapun pedagan-pedang lain mereka pulang dan memberi tahukannya kepada Abdul Muthalib baahwa Abdulloh dalam kedaan kritis. Mendengar kabar tersebut, Abdul Mutholib langsung mengutus anaknya yang paling tua yaitu Harist untuk mencari kabar adiknya.

Tetapi, sesampainya Di Madinah, Abdulloh bin Abdul Mutholib sudah meninggal dunia, dan dimakamkan di sana. Setelah itu, Nabi Muhammad dilahirkan dari kandungan sang Ibu. Dan sampainya beliau berumur ^ tahun, Aminah mengajak Nabi Muhammad untuk berziarah ke kuburan Ayahnya.

Kemudian mereka berangkat ke Madinah atau ke Kota Yatsrib bersama budak perempuan warisan Ayahnya yang bernama Ummu Aiman. Mereka berangkat bertiga dan akhirnya mereka sampai di sana berziarah ke makam Ayah beliau.

Mereka tinggal di Madinah selama 1 bulan. Mereka memutuskan untuk pulang ke Makkah, dalam perjalanan pulang sesampainya di tempat yang bernama Abwa’, Aminah jatuh sakit dan akhirnya meninggal di tempat tersebut dan juga dimakamkan di tempat itu.

Kemudian Ummu Aiman membawa pulang Nabi Muhammad ke Makkah.  Dan diasuhlah Nabi Muhammad oleh kakeknya yaitu Abdul Mutholib. Kakek beliau merasa terhibur dengan adanya Nabi Muhammad walaupun tiba waktu kepergian anaknya dan menantunya.

Tidak berselang lama yaitu 2 tahun bersama kakeknya, sang kakek harus mengakhiri hidupnya di dunia ini. Dan berwasiat kepada anaknya yaitu Abu Tholib, paman beliau yang membela dan menjaga beliau sampai hayat menjeputnya.

Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW

one-direction-ticket-blog.blogspot.co.id

Setelah beliau menginjak umur dewasa, tampaklah sifat-sifat beliau yang sangat dikagumi dan dihormati oleh orang-orang yang ada di sekitar beliau. Beliau mempunyai perilaku dan akhlak yang baik dan sopan, tidak membedakan antara kulit hitam ataupun putih, beliau selalu berbuat baik kepada mereka.

Beliau mempunyai 4 sifat yang terdapat pada dirinya: Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah.

  • Shiddiq

Shiddiq berarti benar.  Perkataan beliau dan perilaku beliau yang sangat mulia, akhlak mulia yang beliau lakukan sangat dikagumi dan disegani oleh masyarakat Makkah. Ucapan yang keluar dari mulut beliau juga dibenarkan dengan perbuatan beliau. Tidak seperti zaman sekarang ini, mengucapkan sesuatu tapi perbuatannya tidak seperti yang ia ucapkan.

  • Amanah

Amanah berarti dapat dipercaya. Kepercayaan orang-orang sekitar Makkah kepada beliau sangat besar. Karena kejujuran dan perkataan yang benar terus terucap dari mulut dan perilaku beliau . Maka orang-orang menjuluki belaiu dengan Al-Amin. Beliau sudah sangat terkenal di kalanganya akan sifat-sifat yang berada pada dirinya.

Sehingga semua perkataan yang keluar dari mulut beliau pasti  benar dan terlaksanakan dan dipenuhi oleh beliau, yang membuat orang sekitar tidak ragu kepada beliau.

  • Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Beliau mempunyai sifat tabligh karena semua yang Allah turunkan/wahyukan kepada beliau, ia sampaikan dan tidak menambahi, mengurangi, ataupun menyembunyikan.Walaupun wahyu itu turun untuk menyinggung Nabi Muhammad Saw.

لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

  • Fathonah

Fathonah artinya cerdas. Beliau adalah seorang sosok yang cerdas, tidak mungkin kalau Nabi bodoh tapi, mampu menyampaikan 30 juz Al-Qur’an. Mampu menerangkan apa maksud ayat tersebut, berdebat dengan orang kafir ataupun Yahudi baik dan tegas, menyusun strategi perang yang sangat handal, serta menyampaikan tentang amalan-amalan sunnah, dan lain-lain.

Itulah sifat-sifat Nabi Muhammad Saw yang sangat mulia. Beliau selalu memberikan contoh yang baik kepada umatnya, supaya mereka bisa mencontoh perilaku beliau.

Keistimewaan Nabi Muhammad SAW

40harihafalquran.blogspot.co.id

Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan tersendiri dari pada Nabi-nabi yang lain, dan mempunyai keutamaan tersendiri juga dari umatnya. Beliau mendapat keistimewaan tersebut dari Alloh Ta’ala dan juga dari julukan orang-orang sekitar beliau, yang mereka kagum terhadap beliau.

 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW dari pada Nabi-nabi Lain

alhajsharif.blogspot.co.id

Walaupun para Nabi mempunyai keistimewaan tersendiri, tapi Nabi Muhammad Saw mempunyai suatu keistimewaan yang sangat mulia dari Allah Ta’ala yang semuanya itu hanya diberikan kepada Nabi terakhir ini.

  • Beliau diutus untuk seluruh umat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam ini. Tidak seperti  Nabi-nabi yang sebelum-sebelumnya, mereka  diutus hanya untuk umatnya atau kaum-kaum tertentu.
  • Beliau adalah penutup para Nabi dan apa yang dibawanya dan yang diwahyukan kepadanya itu adalah risalah yang sempurna dan risalah yang terakhir untuk sekalian umat ini. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam kitab-Nya,

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al Ahzab:  40)

  • Beliau di anugerahi syafaat. Syafaat (pertolongan) yang dimaksud di sini adalah syafaat uzhma (besar) yang  tidak diberikan untuk Nabi-nabi ataupun Rosul-rosul sebelumnya. Nabi akan menjadi pemberi syafaat nanti di hari kiamat, yang saat itu semua manusia mencari dan meminta kepada para Nabi supaya diberi syafaat.Tapi, semua Nabi tidak bisa memberi syafaat  kepada mereka seraya mengatakan: “Pergilah kepada selainku, sesungguhnya aku sendiri juga membutuhkannya.” Kemudian mereka pergi dan terus mencari nabi yang   mampu memberi syafaat untuk mereka.Kemudian mereka menghadap kepada Nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhamad Saw dan meminta supaya diberi syafaat. Dan beliau menjawab bahwa:”Saya memiliki syafaat tersebut.” Kemudian beliau bersujud kepada Alloh yang telah mengizinkannya untuk memberi syafaat.
  • Beliau diberi mu’jizat yang sangat besar dengan diberikannya  kitab yang sangat sempurna dan menjadi hujjah/dalil yang kuat. Dan Allah sendiri yang akan langsung menjaga kitab Al-Qur’an tersebut dari tangan orang-orang yang mengingkarinya.Sehingga kitab ini tidak akan terubah isinya sampai hari kiamat nanti. Bahka kitab ini menjadi penyempurna dan pembenar akan kitab-kitab yang sebelumnya, kitab Zabur, Taurot, dan Injil. Bahkan Alloh tantang orang-orang yang masih meragukan Al-Qur’an ini dengan membuat ayat yang semisal ini.

Sebagaimana yang Alloh firmankan:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

”Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan bangsa jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al Isra’: 88)

  • Beliau melakukan Isro’ ke Baitul Massjid dan dilanjutkan mi’roj ke Sidrotul Mutaha, atas izin Allah Ta’ala. Yang pastinya semua itu benar dan tidak ada keraguan padanya.

Keistimewaan Nabi Muhammad SAW dari Umatnya

sentraislam.blogspot.co.id

Selain beliau memiliki keistimewaaan dari Nabi-nabi lain yang hanya beliau yang memilikinya dan merasakannya, beliau juga mempunyai keistimewaan dari umatnya, yang di antaranya adalah:

  • Sholat dhuha yang bagi Nabi wajib, tapi bagi umatnya sunnah.
  • Sholat tahajjud, Sholat ini juga wajib buat beliau tapi sunnah agi umatnya, begitu juga dua rakaat fajar.
  • Bersiwak, karena kalau diwajibkan untuk umat ini, maka pasti akan keberatan untuk melakukannya. Maka dari itu sunnah untuk umatnya.
  • Haram untuk Keluarga beliau menerima zakat.
  • Haram untuk selain Nabi menikahi lebih dari 4 wanita.
  • Dan haram hukumnya menikahi istri Nabi setelah sepeninggalnya. Karena istri-istri Nabi adalah Ummul Mu’minin (Ibunya semua orang beriman.)

Itu semua adalah keistimewaan beliau yang Allah berikan kepadanya, yang semua itu tidak diberikan kepada Nabi-nabi yang lain dan juga umat beliau.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

islamnyamuslim.com

Setelah lamanya beliau berdakwah kepada umatnya, dan telah sempurna agama Islam ini, maka manusia yang paling dicintai dan menjadi panutan ini harus kembali ke sisi Alloh.

Di sebutkan dalam Surat Al-maidah ayat 3, bahwa Al-Islam ini telah sempurna. Diriwayatkan bahwa ayat itu diturunkan setelah Ashar, hari jum’at di Arafah, pada Haji Wada’. Saat itu beliau sedang melaksanakan wukuf di Arafah, dan berada di atas unta beliau.

Tidak ada wahyu lagi yang turun kepada Nabi muhammad Saw, dan akhirnya turun ayat ini kepada beliau. Ketika turun ayat ini, Nabi Muhammad merasa tidak kuat menanggung arti ayat tersebut. Beliau pun bersandar pada untanya dan untanya pun tertunduk.

Malaikat Jibril turun dan mengatakan kepada beliau: Wahai Muhammad, sungguh benar-benar telah sempurna Agama yang kamu bawa, dan selesailah apa yang diperintahkan kepadamu, dan apa yang dilarang-Nya kepadamu.

Maka kumpulkan sahabat-sahabtmu dan beritahukan kepada mereka bahwa aku tidak akan turun lagi ke bumi setelah hari ini.” Kemudian beliau kembali ke Madinah dan mengumpulkan para sahabat serta memberitahukan apa yang diberitahukan kepadanya.

Mendengar berita yang seperti itu, para sahabat senang karena Agama ini telah sempurna. Melainkan Abu Bakar ra, dia langsung kembali ke rumah dan mengunci pintu rumahnya seraya menangis di setiap harinya. Terdengar kabar tentang keadaan Abu Bakar ra, para sahabat datang ke rumah Abu Bakar ra.

Kemudian mereka bertanya :” Wahai Abu Bakar, apa yang membuatmu menangis di saat kami bergembira dan senang? Karena Alloh Ta’ala telah menyempurnakan Agama ini. Abu Bakar pun menjawab:” Wahai para sahabat,  tidakkah kalian tahu, kalau Agama ini sudah sempurna,  berarti sebentar lagi, Fatimah akan menjadi Yatim piatu, dan Hasan Husein kehilangan kakeknya dan juga istri-istri beliau akan menjadi janda.

Maka terjadilah isak tangis para sahabat di rumah Abu Bakar ra. Para sahabat yang tidak hadir disana mereka datang ke rumah Nabi Muhammad dan bertanya apa yang terjadi di rumah Abu Bakar. Kemudian beliau datang ke rumah Abu Bakar ra, dan melihat mereka dalam keadaan menangis.

Beliau bertanya kepada sahabat :’ Apa yang membuat kalian menangis?”  Ali pun menjawab pertanyaan beliau: ” Abu Bakar berkata bahwa dia telah mencium tanda wafat Rosululloh dari ayat Al-Maidah ayat 3 tersebut. Apakah benar bisa disimpulkan bahwa itu sebagai petunjuk atas wafatmu wahai Rosululloh?”

Rosululloh pun bersabda” Benar apa yang dikatakan Abu Bakar bahwa datangnya ajal yang akan menjemputku sudah dekat. Mendengar itu semua para sahabat menangis dan bersedih. Kemudian Nabi Muhammad Saw saling berjabat tangan dengan para sahabat serta memberi wasiat kepada mereka.

Detik-detik Wafatnya Rosululloh SAW

skyscrapercity.com

Beliau hidup selama delapan puluh dua hari setelah turunnya surat Al-Maidah ayat 3. Setelah berjalannya waktu, tibalah detik-detik kematian beliau. Di saat itu, beliau berkhutbah dengan singkat, dan mata beliau memandangi satu persatu para sahabatnya dengan teduh. Dan para sahabat pun cemas dan berkaca-kaca pandangan mereka.

Kemudian beliau pulang ke rumah, dan berbaring di tempat tidurnya. Keringat beliau yang bercucuran membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu di rumah beliau dan mengucapkan: ” Bolehkah aku masuk?”. Fatimah binti Muhammad pun keluar dan memberitahukan bahwa beliau tidak bisa diganggu, karena beliau sedang sakit keras.

Dan kembalilah Fatimah kepada Nabi. Nabi pun membuka matanya dan bertanya siapa yang datang ke rumah? Fatimah tidak kenal dengan orang tersebut, tapi Fatimah sudah memberitahukannya bahwa beliau sedang sakit.

Kemudian beliau mengatakan kepada putri tercintanya bahwa orang yang mengetuk pintu dan ingin masuk rumah ini adalah Malaikat Maut. Yang akan menjemput nyawa beliau, maka berlinang air mata Fatimah. Dan Malaikat maut pun datang dan menghampiri beliau.

Dan ketika Malaikat Maut menjalankan tugasnya, yang secara perlahan dia mengambil ruh beliau. Tampak terlihat seluruh tubuh beliau terkulai dan urat-urat beliau menegang. Bahkan Malaikat Jibril pun tidak kuat melihat beliau yang sebaik-baik manusia itu dicabut nyawanya, sehingga ia memalingkan wajahnya.

Dan yang mengagumkan lagi adalah ketika beliau sudah mendekati ajalnya, beliau sempat mengucapkan :”Ummati, Ummati, Ummati..” ( Umatku, Umatku, Umatku.) Betapa besarnya kecintaan beliau terhadap umatnya, beliau khawatir terhadap umatnya yang jika mereka terjerumus ke dalam kebathilan.

Maka dari itu cintailah Nabi besar kita Nabi Muhammad sebagaimana besarnya rasa cinta beliau kepada umatnya. Sampai-sampai rela mengorbankan menanggung  sakitnya sakaratul maut demi umatnya.

Tinggalkan komentar