Surga yang Terbayar dengan Hormat Kepada Orang Tua

Agam Islam telah menyuruh pemeluknya untuk selalu hormat dan berbuat baik kepada Ibunya. Bahkan itu semua di ulang-ulang di dalam Ayat AL-Qur’an betapa pentingnya hormat kepada orang tua.  Begitu pula hadits-hadits yang sangat banyak, menyuruh tentang wajibnya hormat kepada orang tau.

Pengertian Hormat Kepada Orang Tua

Hormat Kepada Orang Tua
indahnyaberbagi.web.id

Di dalam Islam, orang tua berkedudukan sangat mulia. Maka dari itu, seorang anak mempunyai kewajiban untuk hormat dan berbakti kepada orang tua. Karena, betapa besar usaha orang tua, ketika seorang Ibu hamil membawa kita kemana-mana dengan beban yang berat.

Di saat menjalani proses persalinan, mereka bertaruh nyawa demi keselamatan anaknya. Waktu penyapihan kurang lebih selama 2 tahun, beliau usahakan supaya kita merasa tenang dan nyaman berada didekapan Ibu. Merawat sampai kita berjalan, dan sampai kita bisa berfikir sampai dewasa.

Di waktu masa pertumbuhan, Ibu sangat meluangkan waktunya untuk kita, di waktu kita menangis dan ibu memasak, Ibu langsung meninggalkan pekerjaannya demi kita. Di malam hari kita menangis, Ibu pun langsung sigap menenangkan kita.

Baca juga : Sejarah, Sifat-sifat, Keistimewaan dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW yang bisa jadi tauladan anda

Hormat Kepada Orang Tua
reportasesejati.blogspot.com

Begitu pula seorang Bapak, mereka bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarga. Ketika seorang Ibu mau melahirkan, menjadi seorang Bapak pastinya menyadari apa yang harus ia lakukan. Mencari biaya untuk persalinan sang istri, membelikan susu untuk anaknya dan perlengkapan anaknya.

Dan terlebih lagi, mereka mengenalkan kepada kita terhadap lingkungan, bagaimana cara bergaul yang baik dengan teman, menghormati tetangga dan menyayangi terhadap saudara dan lain-lainnya. Itu semua bukanlah proses yang mudah untuk dijalani, dan itupun sangat melelahkan orang tua.

Oleh itu, apa yang harus kita lakukan terhadap orang tua? Simak penjelasan-penjelasan berikut ini;

Mentaati Keputusan Orang Tua

Hormat Kepada Orang Tua
mahad-aly.sukorejo.com

Setiap kali kita mau bepergian, sebaiknya kita harus berpamitan dengan orang tua terlebih dahulu. Kalaupun orang tua tidak mengizinkan, apa boleh buat, kita harus mentaatinya. Tapi ketahuilah, jika orang tua menyuruh kepada kemaksiatan atau suatu hal yang menyalahi syariat, maka kita tidak boleh melaksanakannya.

Tapi, sebagai orang tua tidak mungkin melarang untuk kebaikan untuk anaknya. Bahkan orang tua terus berusaha bagaimana bisa anaknya lebih baik dari orang tuanya. Walaupun profesi orang tua menyalahi syariat, tapi orang tua  pasti menginginkan supaya anaknya tidak seperti mereka.

Dan harus kit ketahui, orang tua pasti menginginkan kebaikan untuk anaknya. Kalau kita tidak diperbolehkan orang tua untuk main atau bepergian, maka itulah kebaikan untuk kita. Dan Allah telah menyuruh kita pada ayat suci-Nya yang berbunyi;

وَ وَصَّيْنَا اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَ إِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُـنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah tempat kembalimu, lalu Aku akan kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. [QS. Al-Ankabut/ 29: 8].

Pada ayat itu sangat jelas, jika orang tua kita menyuruh untuk menyekutukan Alloh, ataupun sesuatu yang menyalahi syariat seperti, dilarang sholat, puasa wajib, dan semua yang bersangkutan dengan kewajiban pada agama ini. Maka kita tidak perlu melaksanakan perintahnya.

Dan kalau orang tua menyuruh dalam urusan  keseharian kita yang tidak menyalahi syariat ini, maka wajib bagi kita untuk mentaatinya. Walaupun orang tua kita beragama non muslim.

Lihat Juga : Mengenal Kisah Sahabat Nabi Julaibib yang Sangat Mengharukan 

Berakhlak Mulia Terhadap Mereka

Hormat Kepada Orang Tua
berpapasan.blogspot.co.id

Setelah kita mengetahui perjuangan orang tua yang sangat besar dan sangat melelahkan, yang harus kita lakukan adalah berakhlak mulia terhadap mereka. Sebagaimana yang telah kita tahu di zaman sekarang ini, banyak sekali orang yang durhaka terhadap orang tuanya.

Seharusnya seorang anak yang menghormati orang tua, malah mereka dihinakan di tempat umum. Hal yang seperti itu sungguh akan mendatangkan murka Allah Ta’ala. Sudah banyak realita-realita yang terjadi, bahwa ada anak durhaka kepada orang tuanya dan langsung Allah timpakan adzab kepadanya.

Tapi, kenapa mereka tidak mengambil pelajaran dari bukti-bukti yang nyata akibat bagi anak yang durhaka kepada orang tuanya. Ucapan ataupun do’a kejelekan orang tua kepada anaknya yang durhaka akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Begitu pula sebaliknya, ucapan ataupun do’a orang tua kepada anakyna yang sholeh akan segera Alloh kabulkan. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw yang berbunyi;

Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ridho Allah bergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR Bukhari).

Dari hadits itulah yang menyebabkan siksa Alloh datang kepada anak yang durhaka. Alloh sudah janjikan siksaan  kepada siapa saja yang dia itu durhaka dan menjanjikan balasan pahala yang besar bagi  siapa saja yang taat dan hormat kepada orang tuanya.

Kisah Seorang yang Taat Kepada Orang Tua

Hormat Kepada Orang Tua
s-media-cache-ak0.pinimg.com

Ada sebuah kisah, yaitu ada seorang tabi’in, dia hidup di zaman Rasulullah tapi belum sempat bertemu ataupun melihat Rasulullah Saw. Dia bernama Uwais bin Amir  Al-Qorni, betapa besarnya kecintaanya kepada orang tuanya.

Semua keinginan orang tuanya selalu dipenuhinya, tapi ada satu hal yang belum dipenuhi oleh Uwais. Ibunya menginginkan untuk bisa pergi ke Makkah untuk berhaji. Di saat itulah, Uwais termenung bagaimana bisa pergi dari Yaman ke Makkah tanpa membawa unta.

Padahal orang-orang pergi atau safar ke Makkah mengendarai unta dan membawa perbekalan yang banyak. Sedangkan dia tidak punya unta dan harus membawa sang Ibu yang sudah tua dan lumpuh, dan melewati padang pasir yang panas dan tandus.

Setelah itu Uwais membeli anak lembu dan membuat kandang di bukit. Di setiap harinya Uwais selalu menggendong anak lembu itu ke bukit, hampir tak terlewatkan satu hari pun. Sampai-sampai para tetangga beranggapan bahwa Uwais gila.

Hormat Kepada Orang Tua
media.ihram.asia

Setelah berjalannya waktu selama 8 bulan, anak lembu itu sudah bertumbuuh besar, sebagai mana Uwais yang semakin kuat. Sehingga membawa lembu tersebut sudah tak terasa berat. Dan akhirnya datanglah musim haji, dan Uwais pun sudah menjadi kuat.

Baru itulah orang-orang mengetahui apa yang dilakukan Uwais setiap harinya yang lalu. Kemudian Uwais berangkat bersama rombongan Yaman, betapa kuat dan cintanya Uwais kepada Ibunya, menggendongnya dari Yaman sampai Makkah menempuh perjalanan yang sangat jauh.

Sewaktu Uwais mendatangi rumah Rasulullah Saw, yang selama ini dia sangat ingin sekali bertemu Rasulullah. Ketika diketuk pintu rumah Beliau dan serta mengucapkan salam, ternyata yang keluar adalah Ibunda Aisyah r.a. Dan Ibunda memberi tahunya bahwa Rasulullah Saw masih berada di medan peperangan.

sebenarnya, Uwais ingin menunggu sampai pulangnya Beliau ke rumah, tapi karena Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan, mengharukan Uwais pulang kembali ke Yaman. Hanya bisa menitipkan salam untuk Rasulullah Saw kepada Ibunda Aisyah r.a.

Setibanya Rasulullah Saw di Makkah, Nabi Muhammad saw langsung bertanya kepada Ibunda Aisyah tentang orang yang mencarinya. Rasulullah Saw memberitahukan bahwa orang itu adalah Uwais Al-Qorni penduduk langit, yang sangat taat dan hormat kepada Ibunya.

 

Hormat Kepada Orang Tua
images1.rri.co.id

Ibunda Aisyah r.a pun juga mengatakan bahwa memang benar ada yang mencari Rasulullah, tapi karena Ibunya yang sudah tua dan skit-sakitan itu, dia harus pulang dan hanya menitipkan salam saja kepada Rasulullah Saw.

Kemudian Beliau memandang khalifah Umar  bin Khattab dan Ali bin Abi Tholib seraya mengatakan, “Suatu saat jika kalian bertemu dengan Uwais Al-Qorni, maka mintalah do’a kepadanya supaya kalian dimintakan ampun kepada Alloh Ta’ala, karena dia adalah penduduk langit bukan orang bumi.”

Setelah Rasulullah wafat, Umar dan Ali selalu mendatangi rombongan Yaman dan mencari Uwais Al-Qorni. Dan akhirnya mereka dapat bertemu dan meminta supaya dimintakan ampunan kepada Alloh Ta’ala.

Itulah sepenggal kisah Uwais Al-Qorni yang sangat besar kecintaannya terhadap Ibunya, begitu besar perjuangannya demi mendapatkan keridhoan Ibunya. Dan kematiannya pun sangat menakjubkan, tetangga-tetangganya tidak bisa memandikan dan mengkafani Uwais.

Dikarenakan banyaknya orang yang berebut untuk melakukannya. Dan yang perlu diketahui lagi, orang-orang yang menyelesaikan dari pemandian mayit sampai penguburan Uwais Al-Qorni tidak diketahui dari mana mereka. Begitulah mulianya Uwais Al-Qorni yang taat, hormat dan besarnya kecintaan kepada orang tuanya.

Sehingga Alloh Ta’ala menggantikan semua perbuatannya dengan keajaiban-keajaiban dan balasan yang sangat mulia. Yaitu surga yang diinginkan oleh orang-orang beriman. Untuk itu, kita harus selalu hormat kepada orang tua.

Satu pemikiran pada “Surga yang Terbayar dengan Hormat Kepada Orang Tua

Tinggalkan komentar