Pengertian, Cara dan Gaya Lempar Lembing yang Harus Diketahui

Lempar lembing merupakan salah satu cabang olah raga yang menjadi favorit di seluruh dunia. Lempar lembing juga menjadi ajang turnamen olah raga atletik  di Olimpiade dan sebagainya. Bahkan, sampai mendunianya olah raga ini, lempar lembing sudah terdapat di sekolah-sekolah SD maupun SMP dan seterusnya.

Lempar Lembing
i0.wp.com

Kali ini kita akan membahas lebih mendalam tentang lempar lembing. Dari pengertian, cara memegang dan membawa lembing, dan ukuran lapangan lempar lembing. Dalam pembahasan-pembahasan tersebut anda dapat mempraktekan olah raga ini sesuai dengan yang akan dijelaskan setelah ini.

Pengertian Lempar Lembing

 

Lempar lembing adalah olah raga atletik yang permainannya memakai alat lembing dengan cara dilemparkan sejauh-jauhnya. Pemenang akan dinilai dari kejauhan lemparannya. Dan yang dibutuhkan dalam olah raga ini ada 3 perkara, yaitu kecepatan, tenaga dan teknik.

Lembing berbentuk seperti tombak dan memiliki panjang 2,6-2,7 meter, memiliki berat 800 gram, itu lembing yang digunakan untuk laki-laki. Adapun yang digunakan untuk perempuan, lembing berukuran 2,3-2,4 meter dan memiliki berat 600 meter. Dan juga terdapat tali

Cara Memegang Lembing yang Benar

Dalam perkara inilah yang menjadi salah satu faktor untuk membuahkan hasil yang maksimal, yaitu dapat melempar lembing yang jauh. Kalaupun anda salah dalam memegang lembing, maka anda akan mendapat hasil yang kurang memuaskan, bahkan menyakitkan, hehehe.

Dalam memegang lembing pada olah raga ini, terdapat 3 macam pemegangan yang biasa digunakan oleh atlet-atlet lempar lembing. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ;

  • Cara Amerika, Cara pemegangan menurut versi Amerika, dengan menempatkan ibu jari telunjuk di atas lilitan pegangan dengan ketiga jari yang lain dan membentuk melingkar di sekitar tongkat. Letak kekuatan tersebut terdapat pada jari telunjuk dan ibu jari. Adapun peletakan lembingnya diletakkan pada telapak tangan. Dengan cara Amerika ini, Ibu jari menjadi dan jari telunjuk menjadi peranan penting untuk mendorong tali pegangan lembing pada saat melemparnya.
  • Cara Finlandia, cara pemegangan versi ini juga berbeda lagi. Yaitu dengan cara menempatkan ibu jari dan jari tengah di ujung lilitan yang terdapat pada pegangan tersebut. Kedua jari itulah yang menjadi pusat untuk memberikan tenaga atau kekuatan pada pegangan lembing. Adapun jari manis hanya menunjang lurus di bagian bawah tongkat. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan jari ibu jari menjadi peranan penting pada pegangan lembing, untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar.
  • Cara Tang, cara pemegangan lembing versi tang ini dengan cara menempatkan lembing di antara jari telunjuk dan jari tengah. Tapi sayangnya, pemegangan dengan cara ini sudah jarang digunakan oleh para atlet. Karena kurang kuatnya dukungan ataupun dorongan yang diberikan oleh kedua jari tersebut.

Itulah 3 cara yang digunakan para atlet lempar lembing pada pemegangan lembing. Untuk anda yang ingin mencobanya, maka cobalah ketiga cara tersebut dan pilihlah yang menurut anda mudah di antara 3 cara tersebut.

Cara Membawa Lembing

Cara membawa lembing juga terdapat caranya tersendiri, cara membawa lembing ada 3 cara sewaktu melakukan awalan, yaitu dibawa di atas bahu/pundak dengan ujung atau mata lembing mengarah serong ke atas. Dibawa di muka bahu dengan ujung atau mata lembing mengarah serong ke bawah. Dan satu lagi, dibawa di depan dada dengan ujung atau mata lembing mengarah ke atas, dan sikap lembing diagonal.

Untuk lebih jelasnya lagi, perhatikan penjelasan berikut ini ;

– Dibawa di atas Bahu/ Pundak dan Ujung atau Mata Lembing Mengarah Serong ke Atas- Cara Awalan membawa lembing seperti ini sering digunakan oleh orang yang menggunakan lembing dibawa di atas pundak yang sejajar dengan telinga. Dan posisi lembing dan badan lembing sejajar dengan tanah, siku pun juga mengarah ke depan. Awalan ini sering digunakan dengan gaya jingkat atau gaya Amerika.

Dibawa di Muka Bahu dengan Ujung Lembing Mengarah Serong ke Bawah- Awalan membawa lembing dengan cara ini, sering digunakan oleh pelempar langkah silang atau gaya Finlandia.

– Dibawa di Depan Dada dengan ujung lembing Mengarah ke Atas- Awalan membawa lembing dengan model ini, dengan lengan kanan yang memegang lembing lurus ke bawah maka lembing arahnya serong ke atas dan ekor lembing dekat dengan tanah. Lembing di samping badan yang terletak di depan dada.

Itulah ketiga cara membawa lembing yang digunakan untuk melempar lembing. Anda dapat mencobanya dan memilih bagaimana membawa lembing yang pas untuk anda.

Gaya Melempar Lembing
sosio17.blogspot.co.id

Selain membawa dan memegang lembing, ada juga gaya lempar lembing yang harus anda ketahui. Gaya lempar lembing, sampai saat ini masih terdapat dua gaya lempar lembing. Keduanyalah yang dipakai oleh para atlet, yaitu gaya langkah jingkat/hop step, dan gaya langkah silang/cross step.

Sebenarnya ada pula gaya berputar, tetapi gaya lempar lembing yang ini tidak boleh dipakai karena gerakan melempar lebih cenderung berunang menjadi gerakan meloncat. Baik gaya jingkat atau gaya silang, pada dasarnya berakhir dalam posisi. Dan cara melemparnya secara ortodox (kuno,) tetapi justru malah cara kuno ini yang seringg digunakan dalam suatu perlombaan.

– Gaya Hop Step (Langkah Jingkat)

 

Gaya langkah jingkat, yang dimaksud dengan langkah jingkat adalah sewaktu akan mengambil posisi melempar didahului dengan dengan gerakan berjingkat (hop). Adapun cara langkah berjingkat sebagai berikut;

– Di saat kecepatan awalan sudah siap yang bertanda akan melakukan pelemparan, maka lengan kanan secara pelan mulai diuraikan ke samping dan lurus ke belakang dan posisi badan agak sedikit berputar atau condong ke samping. Pandangan tetap fokus ke depan, sebelum lengan kanan benar-benar lurus dan kaki kanan mendarat di tannahh maka dengan kaki kanan itulah gerakan jingkat terjadi.

Gerakan langkah jingkat berakhir degan kaki kanan yang telebih dulu mendarat ke tanah,  kemudian disusul kaki kiri yang mendarat cukup jauh ke samping arahh kiri. Bahu kiri diputar ke kanan dan lengan kiri juga diayun dengan rileks ke arah kanan setinggi bahu anda. Pandangan fokus ke arah sasaran. Gaya tersebut dilakukan dengan cara cepat.

– Gaya Hop (Langkah Silang)

Gaya langkah silang, gaya ini dilakukan saat mau mengambil posisi lempar, dan didahului dengan gerakan menyilang, yaitu menyilangkan kaki kanan di depan kaki kiri (silang depan.) Supaya lebih detail lagi, perhatikan langkah berikut ;

– Di saat kecepatan awalan telah tercapai atau sudah siap untuk melakukan pelemparan, maka lengan kanan mulai diluruskan ke arah samping kanan, dan badan diputar ke depan. Lengan kiri diangkat setinggi bahu anda, kemudian kaki kiri melangkah ke depan dan saat itu pula kaki kanan diayun atau dilangkahkan menyilang ke arah kiri lewat depan kaki kiri.

Setelah kaki kanan menyilang dan belum mendarat ke tanah, maka kaki kiri secepatnya diayun jauh dan rendah ke arah samping kiri. Dan sewaktu kaki kiri jatuh atau mendarat ke tanah, saat itulah terjadi sikap lempar. Setelah itu, lembing segera dilempar dengan cara ortodox.

Itulah macam-macam gaya lempar lembing dan sedikit tentang pengertian lempar lembing. Terdapat juga cara memegang dan membawa lembing sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Anda dapat mempraktekkan cara-cara tersebut dan memilih cara yang bagi anda mudah untuk dilakukan. Selamat mencoba.

Tinggalkan komentar