Bersyukur Atas Nikmat Allah Ta’ala

Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Ia berikan kepada kita itu wajib. Banyak sekali yang menerangkan apa itu syukur ? Bersyukur  di dalam kamus Bahasa Indonesia berarti berterima kasih. Dan bersyukur itu menurut istilah adalah menikmati dan tidak mengeluh atas apa yang Allah berikan kepadanya, seraya mengatakan hamdalah “Alhamdulillah.”

i0.wp.com

Memang banyak orang  mengetahui apa makna arti kata syukur, tapi yang sering terjadi di antara kita, kita lupa akan hal itu, bahkan kita tidak merasa bahwa sesungguhnya semua itu terjadi atas kehendak Allah. Kita merasa bahwa itu adalah usaha jerih payah kita sendiri, kita tidak menyandarkannya kepada Allah.

Bahkan terkadang kita merasa bahwa amat sedikit sekali  rezeki kita, tidak mencukupi kehidupan kita, padahal Allah ciptakan alam semesta  ini supaya manusia mengambil atau memanfaatkaan apa saja yang dapat dimanfaatkan dengan gratis, supaya kita bissa senantiasa beribadah kepada-Nya.

Berapa Banyak Nikmat yang Telah Allah Berikan ?

kidzblozzy.nl

Semua nikmat yang Allah berikan kepada hambanya itu sangat luar biasa dan tidak akan terhitung, bahkan tidak ada haragnya. Banyak sekali nikmat yang sudah kita dapatkan dari hal pribadi maupun masyarakat, contoh ; Kita memiliki anggota badan yang lengkap, yang bisa untuk beraktivitas sehari-hari, kita diberi otak, untuk berfikir, menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dan masih banyak lagi nikmat yang Allah berikan kepada kita tetapi kita tidak menyadarinya. Seharusnya kita harus berinstropeksi diri bahwa berapa banyak orang yang hidupnya lebih buruk ataupun lebih kekurangan dari pada kita dalam hal harta maupun jiwa.

Jangan sampai muncul hasad (iri hati), dengki dan sebagainya karena kita melihat orang yang dilebihkan dari kita dari hal harta maupun jiwa, tapi kita harus mensyukuri apa yang ada pada diri kita. Ada sebuah hadits Nabi yang insyaallah bisa mengobati diri kita, yang berbunyi :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘Alaihi.)

Dalam hadits tersebut Allah dan Rosul-Nya menyuruh kita untuk melihat orang yang berada di bawah kita , supaya kita tahu berapa banyak orang yang lebih rendah ataupun lebih susah dari pada kita. Ada sebuah cerita ;

Di suatu hari ada seorang fakir miskin melewati jalan Madinah. Di sepanjang jalan ia melihat  rumah makan -rumah makan yang menjual daging dan melihat orang-orang makan daging di dalamnya. Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging, dia pulang ke rumah dengan hati mendongkol.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus untuknya. Dengan hati terpaksa , dia memakan kedelai tersebut seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan sekali dengan kedelai….

Dia berkata kepada sang istri : ” Bagaimana hidup kita ini…? Orang-orang makan daging, sedangkan kita masih saja makan kedelai…?

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumhnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang  tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam ; ” Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga..”

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia mentikkan air mata, seraya bergumam : “Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah…”

Seperti itulah kisah seorang fakir miskin tersebut, sesungguhnya rezeki itu yang penting mengalir besar maupun kecil yang penting ada alirannya. Jangan berharap mengalir seperti banjir, jikalau tak bisa berenang maka kita bisa tenggelam. Maka dari itu sampai kapan kita sibuk dengan kelezatan dunia, sedangkan kita akan ditanya tentang semua yang telah kita lakuakan.

Walaupun sedikit penghasilan kita yang penting kita bisa istiqomah menjalankan ibadah, dari pada penghasilan kita banyak tapi mencampakkan diri kita, karena terlalaikan dengan perkara dunia. Dengan kata arti lain menjual agama kita dengan perkara dunia, Naudzubillahi min Syarri Dzalik…

Ayat-Ayat Al Qur’an yang Menyeru untuk Bersyukur

lh3.googleusercontent.com

Allah Ta’ala sudah mengingatkan hamba-hambanya untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Ia berikan kepada hamba-Nya. Dengan melalui kitab Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi-Nya yaitu Nabi Muhammad Saw.

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu, Dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari-Ku.” (QS. Al Baqoroh 2:152.)

“Wahai orang-orang yang beriman ! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al Baqoroh 2:172.)

“Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisa 4:147.)

“Sebagai nikmat dari sisi Kami. Demikianlah Kami membalas kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al Qamar 54:35.)

Itu semua adalah ayat-ayat Allah yang menyeru hamba-Nya untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-Nya. Sebenarnya masih banyak sekali ayat-ayat yang menyeru untuk selalu bersyukur dan keutamaan-keutamaan orang yang bersyukur.

Mensyukuri nikmat Allah merupakan hal yang sangat mulia, karena jika kita bersyukur Allah akan memberi kelebihan rizki kepada kita dan Allah pun akan ridho kepada kita.

Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang telah Ia berikan kepada kita. Dan kelak mendapatkan rahmat dan kemuliaan di sisi Allah Ta’ala, Amienn…

Tinggalkan komentar