Renungan Akhir Zaman yang akan Terjadi

dakwahislam.net

Sebuah refleksi akhir zaman, sedikit banyak telah memberikan kesan mengerikan. Ahh… siapa yang mau menemui zaman yang seperti itu? Tapi bolehlah sesekali kita bertanya kepada diri sendiri dan merenung :

” Bagaimana jika Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk menemui zaman yang begitu rusak itu? Bagaimana kita?

Di mana kita(Aina Nahnu)?


lh3.ggpht.com

Ketika itu, riba meraja lela. Hingga orang yang tidak berkecimpung pun pasti akan terkena asabnya, ” Wa man lam Ya’ kulhu ashobahu   min ghubarihi ” HR. Nasa’i.

Bagaimana tidak, sistem politik dunia saat ini disetir oleh antek Amerika. Slogan-slogan syari’ah hanya sebagai umpan untuk memikat umat. Dan hasilnya, riba menjadi lumrah.

Di mana kita(Aina Nahnu)?

dradiojambi.com

Ketika saat itu, setiap orang tak lagi peduli(egp) dengan apa yang ia makan. Apakah itu halal? Apakah itu haram? Ahh… Yang penting koluu(bisa kemakan).

Atas sabda Rasulullah s.a.w. berikut ini:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang tiada peduli akan apa yang diambilnya; apakah dari yang halal ataukah dari yang haram”. (HR al-Bukhari, Ahmad, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, ad-Darimi dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah)

Sudahkah terjadi di negri kita ini? Bahkan kita tahu begitu mirisnya, ketika mendengar barang sitaan koruptor-koruptor negri ini adalah uang yang sangat banyak(segedung,) mobil-mobil lamborgini, ferrari, kuda jingkrak, macedes, dan belasan mobil-mobil nomor satu yang lainnya.

Di mana kita(Aina Nahnu)?

1.bp.blogspot.com

Saat itu majlis wes ra payu(sudah tidak laku). Hilaqoh-hilaqoh(perkumpulan) ilmu bertransformasi menjadi hilaqoh ra mutu(tidak bermutu); hilaqoh bisnis dan hilaqoh dunia semu yang meninggalkan kewajiban mencari ilmu. ” Sa yakuunu fie akhiriz zaman, yajlisuuna fil masjidi hilaqon-hilaqon, amamahum ad-dunya , falaa tujaalisuuhum, fainnahu laisa bainahu wa bainallohi hajah.”  HR.Thabrani.

Artinya: Akan ada nanti di akhir zaman, orang-orang yang mereka itu duduk-duduk di masjid, dan di depan mereka perkara dunia(hanya membahaas perkara dunia), maka janganlah kamu ikut duduk-duduk bersama mereka, maka sesungguhnya tidak ada diantaranya dan di antara Allah keperluan(urusan).

Begitu  menyayat hati, masjid-masjid saat ini sepi penghuni. Paling ramainya seminggu sekali, hari jum’at. Masjid bukan lagi menjadi tempat atau sentral kegiatan Islami, tapi tempat persinggahan orang perjalanan.

Di mana kita saat itu( Aina Nahnu hiina idin)?

i0.wp.com

Setiap rumah sudah kemasukan fitnah, “ Fitnatun Laa yabqaa baitun fil Arabi illa dakholathu.”

Ya Allah! Benarkah fitnah itu seperti yang dimaksudkan M. Hassan.!? Fitnah televisi dan Hp (android)

Mari kita renungkan…..

Beberapa tahun yang lalu, televisi adalah suatu barang yang tabu, tapi disaat sekarang ini ” nggak punya televisi dianggap wagu(kurang keren)” padahal gara-gara barang ajaib yang satu ini, anak-anak kecil penerus generasi lebih menghafal artist-artist dari pada hafal surat-surat pendek ataupun kisah-kisah para Nabi dan sahabat Rosululloh Saw.

Sampai-sampai efeknya orang tua jengkel karena jam wajib belajar anak habis dibuat melihat kotak ajaib.

Beberapa tahun yang lalu, berkirim surat membutuhkan waktu, tapi sekarang ini, tinggal sentuh layar langsung terkirm, sampai-sampai ” Nggak punya Android, kampungan loe! ” Bangun malam, boro-boro ambil air wudlhu, tapi buru-buru ambil Android, ahh… nggak ada inbox masuk, tidur lagi. Habis sholat, salampat(salam langsung klepat), lagi-lagi (buru-buru) rogoh saku, update status melow terbaru.

Laa haula wa laa quwwata illa billah…. Sekarang ini android sudah menjadi separuh nyawa (seperti kata sesepuh; cah enom saiki nyowone neng hp.) Tapi ketahuilah, bahwa sebenarnya benda-benda elektronik ataupun media-media sekarang ini memang sangat dibutuhkan, tapi banyak sekali maksiat-maksiat atau sesuatu negatif  yang terdapat padanya,dan ada pula kebaikan-kebaikan padanya.

Walaupun banyak sesuatu yang negatif padanya, tergantung diri kita masing-masing yang menggunakanya, maka jagalah dirimu dan keluargamu dari hal-hal yang negatif.

Yah… sebuah renungan ini ditujukan untuk kita semua (termasuk yang menulis.) Wahai sobat, zaman kita ini sudah seperti yang digambarkan Rosululloh Saw, ” Al- qobidlu fie dienihi kal qobidli fil jamri.”HR.Tirmidzi.

Yaitu, mereka yang berpegang teguh dengan agama seperti orang yang memegang bara api.

Mereka yang menjalankan Ad-dien dicela-cela, tapi adapun mereka yang korupsi sejagad raya ini masih saja dibela-bela. Mereka yang berhijab syar’i/sesuai tuntunan syari’ah di bilang medheni(menakutkan.) Tapi mereka yang mengumbar aurot di bilang seni.

Well…. Aina nahnu?

dashboard.masjidku.id

Ahh… pertanyaan itu cukup dijawab di hati masing-masing, tak usah disuarakan. Banyak-banyak berdo’a saja semoga Alloh tidak mempertemukan dengan zaman seperti itu, namun jika zaman itu sudah terjadi, mari kita berdo’a agar Alloh memberikan kita istiqomah dan kekuatan untuk dapat memegang bara api Ad-dien ini. Amiin…

Terakhir, setelah kita membaca renungan,mari kita menyimak sabda Rosululloh Saw berikut;

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً »

Dari hadits itu menerangkan bahwa, bukan Dajjal yang lebih ditakutkan/dikhawatirkan oleh Rosululloh Saw, tapi yang ditakutkan adalah syirik khofie (riya’.)

Dengan kata lain, kita tidak perlu takut, karena takut atau tidak, zaman itu pasti terjadi. Yang lebih penting adalah mari kita menjaga Ad-din ini, ibadah ini, berusaha, beramal dan belajar sampai akhir hayat(mati.)

Semoga dengan renungan ini, bisa mengingtkan kita untuk selalu menjaga diri kita dari fitnah akhir zaman ini, dan beristiqomah dalam beribadah dan mencari ilmu, amiin.

Tinggalkan komentar